Begini Syarat Utama Penerapan New Normal

0
283

Beda Berita – Pembicaraan mengenai kebijakan New Normal terus meluas di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Namun, kebijakan tersebut memang belum sepenuhnya diterapkan. Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa penerapan New Normal akan dilakukan jika beberapa Syarat telah terpenuhi.

Dilansir dari ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang menjadi rujukan pemerintah Indonesia, begini fakta penting tentang Syarat New Normal diterapkan di Indonesia.

Basic Reproduction Number (R0) dan  R effective (Rt)

Indikator pertama ini berasal dari penghitungan Basic Reproduction Number (R0). Penghitungan tersebut mengacu pada jumlah penularan dari setiap orang. Angka R melambangkan angka reporduksi virus atau jumlah rata-rata orang bisa menularkan penyakit kepada pihak lain.

Sedangkan R0 adalah jumlah penularan dari satu orang ke orang lain. Sebagai contoh, menurut data WHO, COVID-19 memiliki angka R0 antar 1,9 hingga 5,7. Sedangkan Indonesia memiliki angka R0 adalah 2,5. Artinya, satu orang bisa menularkan COVID-19 ke 2 hingga 3 orang.

Sedangkan Rt atau R effective adalah jumlah penularan atau angka reproduksi setelah adanya intervensi. Jika Rt sudah berada di bawah 1 maka New Normal akan diterapkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan mengeluarkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Tak hanya itu, penggunaan masker jika ke luar rumah digunakan untuk menekan angka R0 tersebut.

Adaptasi dan kapasitas sistem kesehatan

Indikator kedua diperoleh dari seberapa tinggi adapatasi dan kapasitas sistem kesehatan, seperti rumah sakit dalam menghadapi COVID-19. Dalam hal ini, kebutuhan untuk pasien COVID-19 harusnya tidak lebih dari 60 persen dari total kapasitas kesehatan.

Sebagai contoh, jika sebuah rumah sakit memiliki 100 tempat tidur, maka pasien COVID-19 yang dirawat tidak lebih dari 60 pasien.

Tes masif

Indikator ketiga adalah pengadaan tes masif. Indonesia masih berada di dalam kategori rendah dalam pengujian COVID-19. Angkanya hanya ada di 743 per satu juta penduduk. Sedangkan negara tetangga, Malaysia, telah melakukan tes di angka 14,3 ribu per satu juta penduduk atau India yang telah melakukan tes 1,7 ribu per satu juta penduduk.

Pemerintah menargetkan pengetesan bisa naik jadi 10 ribu hingga 12 ribu tes per hari. Dalam satu bulan ke depan, pemerintah menargetkan untuk meningkatkan pengetesan hingga 1,8 ribu per satu juta penduduk.