23 Kecamatan di Ibu Kota Terdampak Banjir, Jakarta Timur Tertinggi

0
243

Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu 8 Februari 2020 dini hari menyebabkan banjir di 23 kecamatan. Adapun wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Jakarta Timur.

“Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di dua puluh tiga kecamatan di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo

Kelurahan yang terdampak di Jakarta Timur berjumlah 20 (8 kecamatan); 9 di Jakarta Utara (6 kecamatan); 8 di Jakarta Selatan (5 kecamatan); 5 di Jakarta Barat (2 kecamatan), dan 3 di Jakarta Pusat (2 kecamatan).

Agus menjelaskan, banjir di wilayah Jakarta Timur diperparah karena meluapnya Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Buaran, dan Sungai Kali Jati Kramat

“Ketinggian air beragam di beberapa titik di wilayah terdampak, seperti di wilayah Jakarta Timur ketinggian air dari 10 cm hingga 170 cm,” ucapnya.

“Organisasi perangkat daerah dan instansi terkait telah melakukan upaya penanganan salah satunya dengan penggunaan pompa dari DSDA dan pompa kelurahan,” jelas dia.

Selain itu berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 891 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 2.867 jiwa terdampak akibat banjir.

Jumlah jiwa terdampak paling tinggi berada di Jakarta Timur dengan 752 KK (2.476 jiwa), sedangkan Jakarta Selatan 139 KK (391 jiwa). Warga di Jakarta Timur mengungsi di 24 titik, sedangkan Jakarta Selatan di 2 titik.

“Tidak terdapat warga yang mengungsi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memberikan bantuan kepada warga terdampak di Jakarta Timur. Bantuan berupa tikar, terpal, air minum, makanan ringan, matras, selimut dan perlengkapan anak.

“Menyikapi situasi banjir di DKI Jakarta dan sekitar, BNPB menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di beberapa titik seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Bekasi. Tim berkoordinsi dengan BPBD setempat untuk mendukung penanganan darurat maupun memonitor kondisi lapangan. Di samping mengirimkan personel TRC, BNPB menyiagakan 4 unit perahu karet dan dukungan logistic apabila diperlukan,” ucap Agus.