Tercatat Puluhan Orang Di Gunungkidul Positif Antraks

0
244

beda berita – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mencatat ada puluhan orang positif antraks. Dinas terus memberikan surat edaran kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan ternak yang sakit dan mati. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro mengatakan telah mendapat informasi tentang adanya terduga antraks itu pada 27 Desember 2019.

Sehari setelah mendapatkan laporan tim One Health, yang terdiri dari lintas sektoral, langsung turun ke lapangan terkait informasi mengenai siapa saja yang berisiko karena bersinggungan langsung dengan hewan terpapar antraks, seperti mengonsumsi, menyembelih, dan membersihkan hewan ternak. 

Sampai 4 Januari 2020, Dinkes Gunungkidul menemukan 540 orang terpapar antraks di Dusun Ngerejek Wetan dan 60 orang di Semanu. “Dari jumlah itu (600 orang), yang ada suspect gejala klinisnya ada 87 orang.

Dari 87 orang diambil darahnya 54 orang, swipe luka 11 orang. Yang positif ada 27 orang, untuk yang di-swipe lukanya negatif (antraks),” kata Sumitro dalam jumpa pers ‘Penanganan Antraks di Kabupaten Gunungkidul’ di Kecamatan Playen, Rabu (15/1/2020).  Dari 27 orang terkena antraks, sebagian besar terpapar antraks pada kulit.

Sebagian di antaranya gabungan antara kulit dan pernapasan. Antraks bisa menyerang kulit, pernapasan dan pencernaan. Bila tidak diobati secara benar, bisa menyebabkan kematian karena komplikasi. Namun, bila diketahui sejak awal, bisa diobati sampai sembuh.

Warga dengan gejala antraks diberi antibiotik. Selain itu, mereka  yang positif dicek ulang darahya ke BBVEt Bogor, Jawa Barat. “Antraks pada manusia tidak menular antarmanusia. Sampai saat ini kita tidak menemukan data penularan antara manusia ke manusia.

Untuk melakukan pencegahan, Dinkes dan Dinas Pertanian dan Pangan terus melakukan sosialisasi dengan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Dinkes Gunungkidul juga membuat surat edaran kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan yang sakit atau memasak daging harus dimasak secara matang.