Pamit Ditahun 2020, Segini Pendapatan Situs IndoXXI

0
175

beda berita – Sempat trending di media sosial Twitter. Lantaran, situs nonton film via streaming, IndoXXI, menulis kalimat pamit di situs mereka, kepada semua pengaksesnya.

“Sangat berat tapi harus dilakukan, terimakasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020, kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depanya akan menjadi lebih baik. Salam, INDOXXI,” demikian kalimat yang ditulis oleh IndoXXI.

Netizen dan pengakses situs nonton film ilegal ini pun meratapi kepergian IndoXXI.Ada yang pro dan kontra terhadap ‘kepergian’ IndoXXI. Sementara itu pemerintah Indonesia dianggap sejumlah netizen belum bisa memberikan layanan streaming maksimal untuk masyarakat.

Pemerintah berpendapat, website ini merugikan industri film serta melanggar undang-undang pembajakan. Terlepas dari pro dan kontra penutupan situs IndoXXI, terungkap kisaran pendapatan situs streaming ilegal ini.

Berapa perkiraan penghasilan IndoXXI?

Pada 2017 lalu, Azstats memprediksi pendapatan dari situs IndoXXI mencapai angka ratusan juta per hari. Yakni 20.000 dollar AS per hari atau kisarannya Rp 280 juta. Artinya menurut Azstats, pendapatan IndoXXI bisa mencapai Rp 8,4 miliar per bulan.

Itu adalah perkiraan dari situs Azstats dua tahun silam. Pada laporan terbaru Azstats, IndoXXI diprediksi meraup untung Rp 797 juta. Sedangkan dalam data URLrate, IndoXXI diperkirakan memperoleh pendapatan rata-rata 2.659 dolar AS (sekitar Rp 37 juta) per hari.

URLrate juga mengestimasi website IndoXXI ini bernilai 1.914.480 dolar AS (sekitar Rp 26,7 miliar). Lalu Worth of Web memprediksi IDTube.me milik IndoXXI bernilai 2.303.200 dolar AS (sekitar Rp 32,1 miliar).

Worth of Web memprediksi IndoXXI bisa meraup pendapatan sebesar 1.396 dolar AS (sekitar Rp 19,5 juta) per hari. Dalam sebulan artinya penghasilan mereka diperkirakan mencapai 41.880 dolar AS (sekitar Rp 585 juta) per bulan, atau 502.560 dolar AS (sekitar Rp 7 miliar) per tahun.

Wajar, sebab IndoXXI sendiri pernah masuk ke 40 besar situs terbanyak diakses berdasarkan data Alexa. Perlu diingat pula, situs IndoXXI kerap berganti nama dan domain. Alhasil angka pendapatan ini masih berupa estimasi belaka.

Langkah Kominfo

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan akan memblokir situs yang menyediakan layanan hiburan ilegal, termasuk film dan musik.

Kominfo pun menggandeng Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, penegak hukum, dan Asosiasi industri kreatif untuk mengatasi peredaran karya secara ilegal.

Untuk saat ini, Kominfo baru akan menerapkan pemblokiran untuk situs streaming film ilegal. Pemerintah juga mencari cara untuk memberian efek jera bagi situs-situs “nakal” lainnya di masa mendatang.

“Di era digital, kekayaan (hak cipta) yang harus dilindungi. Kalau enggak nanti orang malas berkreasi,” kata Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, dilansir KompasTekno dari Antaranews.com.

Dalam pengumumannya, Indoxxi juga beralasan hal senada, bahwa keputusannya adalah “demi mendukung dan memajukan industri kreatif Tanah Air”. Kominfo mengakui bahwa pemberangusan situs streaming film ilegal cukup merepotkan.

Sebab, pengelola situs tersebut “kucing-kucingan” alias berganti alamat agar tidak ketahuan pemerintah.

Menurut survey yang dilakukan YouGov untuk Coalition Against Privacy (CAP) dari Asia Video Industry Association, 63 persen konsumen online Indonesia memang gemar mengakses situs streaming atau torrent ilegal untuk menikmati konten premium tanpa membayar biaya langganan.