Magic Mushroom Lebih Ampuh atasi Depresi, Dibanding Antidepresan?

0
481

Beda beritaMagic Mushroom selama ini dikenal sebagai jamur yang menyebabkan halusinasi tingkat tinggi bagi yang mengkonsumsinya. Namun terdapat sebuah studi yang mengatakan bahwa jamur tersebut dapat digunakan untuk mengatasi depresi.

Penelitian dari King’s College London mengungkapkan bahwa bahan aktif psilocybin yang terdapat dalam jamur dapat digunakan untuk mengobati depresi. Tentunya kandungan tersebut menjadi harapan baru bagi penderita depresi.

Studi dilakukan dengan memberikan psilocybin kepada 89 sukarelawan yang telah berpartisipasi dalam penelitian. Studi ini lalu membandingkan efek pemberian 10 miligram dan 25 miligram psilocybin, dan plasebo.

Hasilnya, para partisipan yang menggunakan psilocybin mengalami perubahan persepsi sensori dan mengalami suasana hati yang positif. Hasil ini sama dengan efek dari obat-obatan psikedelik untuk penderita depresi. Peneliti juga tidak menemukan efek samping serius terhadap fungsi kognitif dan emosional pada orang yang menggunakan psilocybin.

“Hasil penelitian ini meyakinkan secara klinis dan mendukung pengembangan psilocybin lebih lanjut sebagai pengobatan untuk pasien dengan masalah kesehatan mental yang belum membaik dengan terapi konvensional, seperti depresi yang resisten terhadap pengobatan”. kata peneliti James Rucker, dikutip dari CNN.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, saat ini lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia terkena depresi. Pengobatan paling umum adalah menggunakan antidepresan. Namun, jenis antidepresan ini tidak bekerja untuk semua orang dan umumnya harus dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

Sebaliknya, obat psikedelik seperti psilocybin dapat dengan cepat mengubah fungsi otak dan mengobati pasien depresi dengan beberapa dosis dan dikombinasikan dengan terapi.

Penelitian ini merupakan studi pertama dari dua fase pengujian terhadap psilocybin. Uji coba kedua akan melibatkan lebih banyak partisipan sebanyak 200 pasien dengan depresi di seluruh Eropa dan Amerika Utara.

Penelitian ini juga berencana akan melihat respons obat terhadap sejumlah kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, kecanduan, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Sebelumnya, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan psilocybin untuk mengobati beberapa jenis depresi.

Dilansir dari Live Science, terapi obat dengan zat yang ditemukan di dekat kotoran sapi tersebut dikenal dengan istilah ‘breakthrough therapy’, dan masih dalam masa percobaan klinis.