Pemprov Dki Jakarta Akan Memulai Pembangunan IFT di Sunter

0
113

Pemprov DKI Jakarta akan membangun fasilitas pengolahan sampah di dalam kota di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Pembangunan fasilitas ini akan segera dimulai setelah Perjanjian Kerja Sama.

Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah Antara di Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter antara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dengan PT Jakarta Propertindo (JakPro) serta Perjanjian Jual Beli Listrik ITF Sunter antara PT PLN (Persero) dengan PT Jakarta Solusi Lestari diteken, Rabu (16/10).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, pembangunan segera dikebut dan ditargetkan beroperasi pada 2022. ITF Sunter diharapkan menjadi solusi pengolahan sampah di dalam kota.

“Berteknologi ramah lingkungan dan bertujuan untuk mengurangi beban TPST Bantargebang,” jelasnya dalam keterangannya, Rabu (16/10).

Andono mengatakan, ITF Sunter merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terbesar di Indonesia dengan teknologi canggih dan sudah terbukti di banyak negara maju. Kapasitas sampah yang bisa diolah sebesar 2.200 ton per hari.

Jenis teknologi yang diterapkan yaitu waste to energy, menghasilkan listrik mencapai 35 MWh dan mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

“ITF Sunter adalah wajah baru pengelolaan sampah ibu kota. Ini impian Jakarta sejak belasan tahun yang lalu,” ujarnya.

Sementara itu, standar baku mutu emisi gas buang yang digunakan mengacu standar Euro 5 yang lebih baik dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui PerMenLHK No 70 Tahun 2016 tentang baku mutu emisi usaha dan/atau kegiatan pengolahan sampah secara termal.

Andono menjamin, emisi gas buang ITF Sunter tidak berbahaya, karena akan dilengkapi teknologi Flue Gas Treatment (FGT) yang berfungsi memfilter partikel berbahaya dan menekan gas buang dari hasil pembakaran sampah.

Setelah ditandatanganinya dua perjanjian ini, ITF Sunter segera dibangun dan akan dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Daerah, PT Jakpro melalui anak perusahaannya, PT Jakarta Solusi Lestari. Anak perusahaan tersebut merupakan patungan antara Jakpro dengan Fortum, perusahaan asal Finlandia.

Masa pembangunan ITF Sunter direncanakan memakan waktu tiga tahun dan selanjutnya dioperasikan oleh PT Jakarta Solusi Lestari selama 25 tahun dengan skema Build Operate Transfer (BOT). Kemudian aset tersebut akan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta.