Pemicu Kebotakan Rambut Akibat Polusi Udara

0
172

Polusi udara merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan yang sudah lama diwaspadai banyak orang. Kondisi udara yang buruk ini bisa sebabkan berbagai macam masalah mulai pada paru-paru maupun jantung.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kondisi polusi udara ini bisa memberi ancaman lain pada kesehatan. Dilansir dari Medical Daily, polusi udara ini disebut berhubungan dengan masalah kulit kepala yang berujung kebotakan.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa polutan udara yang diketahui sebagai particulate matter atau materi partikulat bisa berdampak negatif pada protein penting yang menumbuhkan rambut. Polutan ini biasanya berasal dari bahan bakar fosil, batu bara, pertambangan, serta produksi material seperti semen, keramik, dan batu bata.

Materi partikulat merupakan campuran dari partikel padat dan cair yang terdapat di udara. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa polutan udara ini bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, kanker, dan masalah pernapasan.

Protein Rambut Diteliti

Pada penelitian terbaru ini, peneliti mengumpulkan partikulat dengan konsentrasi berbeda dari debu dan diesel. Peneliti kemudian meletakkan sel kulit kepala pada paparan polutan selama 24 jam.

Setelah mengalami paparan, peneliti mempelajari sel tersebut untuk melihat protein tertentu. Diketahui bahwa partikulat debu dan diesel menurunkan tingkat -catenin, protein yang bekerja untuk menumbuhkan rambut dan morfogenesis.

Kualitas udara yang buruk juga berdampak pada tiga protein lain yang bermanfaat untuk pertumbuhan rambut. Peneliti mengatakan bahwa semakin lama sel rambut terpapar polutan, semakin menurun protein penting di dalamnya.

“Penelitian kami menjelaskan bentuk aksi dari polutan udara pada sel folikel dermal papilla manusia. Menunjukkan bagaimana polusi udara yang paling umum muncul berdampak pada rambut rontok,” terang Hyuk Chul Kwon dari Future Science Research Center di Korea Selatan.

Walau jumlah populasi yang terdampak polusi terus meningkat, namun saat ini masih belum banyak yang membahas bagaimana dampaknya terhadap kulit dan rambut.

“Walau hubungan antara polusi udara dengan penyakit serius seperti kanker dan penyakit kardiovaskular telah lama dipahami, namun sangat sedikit bahkan tak ada penelitian mengenai efek dari paparan materi tertentu pada kulit dan rambut manusia,” jelas Hyuk.