Kumpulan Foto Aksi Protes Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Riau, Kalimantan

0
174

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berujung kabut asap pekat dihampir seluruh wilayah provinsi Riau dan Kalimantan menuai kecaman dari berbagai pihak. Apalagi Karhutla dan kabut asap bukan perkara baru yang sering terjadi.

Sejumlah elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, organisasi lingkungan, Jurnalis, kalangan Artis maupun Manca negara menuai aksi dan protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban menangani karhutla sehingga kabut asap tebal tak terelakkan.

Berikut adalah foto kumpulan aksi protes karhutla terhadap lambannya pemerintah dalam menanggulangi bencana asap di Riau dan Kalimantan:

Aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah artis dan seniman ini dilakukan di Jalan Medan Merdeka, dekat bundaran patung kuda, Jumat (9/10). Dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Tindak Tegas Pembakar Hutan’ dan ‘Geisha Melawan Asap’ para artis ini kompak mengecam pemerintah.

Gelar Aksi Solidaritas bagi Korban Kebakaran Hutan Riau dan Kalimantan diberitakan oleh International Networking for Humanitarian (INH for Humanity) melalui akun Instagram @inhforhumanity dikutip Senin (16/9/2019).

Seorang warga mengenakan kostum superhero membantu memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (12/9/2019).

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyuarakan kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan merampas hak anak untuk belajar, bermain, hingga hak untuk sehat. “Pemerintah harus mengambil langkah tegas dan menindak pelaku, karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan tumbuh anak terganggu dan juga merampas hak anak untuk belajar, bermain hingga untuk sehat,” Jakarta, Ahad, 15 September 2019.

Aksi Walhi di KLHK protes karhutla dan menyayangkan penegakan hukum korporasi lemah, ada kecenderungan KLHK menyalahkan masyarakat, padahal fakta menunjukkan titik api banyak muncul di konsesi.

Kajian Walhi soal kelola rakyat di ekosistem rawa gambut, di Sumatera dan Kalimantan,  menunjukkan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola ekosistem rawa gambut sangat menghormati lingkungan.

Bahkan pada beberapa budaya memiliki standar lebih tinggi dibandingkan aturan pemerintah yang memberikan batas maksimal kedalaman gambut tiga meter dalam membuka perkebunan.

Dia menilai, pemerintah hanya mencari-cari alasan dan takut memberikan sanksi berat terhadap korporasi. ”Jangan hanya menyalahkan masyarakat, apalagi mencari-cari bahwa aktivitas tradisional menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,”.

ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz/15

Mahasiswa Pecinta Alam dari sejumlah Unirversitas di Riau menggelar aksi damai 18 Tahun Asap Riau di Tugu Zapin Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Dalam aksinya mereka mendesak Pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus kabut asap yang telah berlangsung selama 18 tahun di Propinsi Riau. aktivitas belajar mengajar tingkat PAUD hingga SMA di Pekanbaru, Riau, lumpuh akibat asap. Kini, dampak kabut asap juga berimbas pada aktivitas perkuliahan. Pihak Universitas Islam Riau (UIR) sudah meliburkan perkuliahan terhadap ribuan mahasiswa sejak 7-9 September.

Dalam cuitan di Twitter, warga mengaku sudah tak betah dengan asap yang menyesaki lingkungan dan menganggu aktivitas mereka. Merespons kondisi tersebut, di lini masa media sosial kini muncul tagar #IndonesiaDaruratAsap, Sampai berita ini dibuat, tagar tersebut sudah menduduki peringkat dua trending topic Twitter. 

warganet menyindir langkah lambat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam penanganan karhutla dan asap.  Beberapa memosting video, penampakan karhutla sampai-sampai bukan cuma manusia saja yang menjadi korban melainkan satwa liar seperti ular.