Indonesia ” Hancur ” Jika Tidak Menyadari Hal ini

0
113

Indonesia adalah negara multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini suatu taken for granted, dimana negara Indonesia terdiri dari berbagai kelompok etnis, suku, agama, budaya dan lain sebagainya. Pada saat ini Inonesia terdiri dari 13.000 pulau besar maupun kecil, Populasi pendudukanya sekitar 250 juta jiwa dengan berbagai macam keberagamannya, terdiri dari 300 suku, dan 200 bahasa.

Selain itu masyarakat Indonesia menganut 6 agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu, serta berbagai macam aliran kepercayaan. Keberagaman bangsa Indonesia ini dapat menjadi sebuah berkah juga musibah. Menjadi sebuah berkah jika Indonesia sebagai sebuah entitas negara bangsa mampu merawat keberagamannya.

Sebaliknya, dapat menjadi sebuah musibah jika bangsa ini tidak mampu merawat keberagaman, seperti disharmoni bangsa yang terjadi dewasa ini. Peristiwa disharmoni sosial yang dipertontonkan di media dan media sosial ini adalah cerminan bahwa negara ini dalam keadaan darurat kesadaran akan keberagaman.

Permasalahan besar yang sedang kita alami :

Sejak jaman penjajahan, para penjajah sudah paham betul kelemahan Bangsa Indonesia, yaitu masyarakatnya yang mudah di pengaruhi atau dihasut untuk saling membenci. Hal ini pula yang akhir – akhir ini selalu mencuat dan mengancam persatuan Indonesia.

Tidaklah susah Penjajah menerapkan politik pecah belah atau Penjajahan Belanda mengistilahkan divide et impera ( Politik pecah belah atau politik adu domba ) adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan.

Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. bahkan meruntuhkan kesatuan yang telah lama terjalin.

Saling membenci karena beda agama, saling membenci antar Partai Politik, antar institusi dan kelembagaan, antar etnis dan suku, antar wilayah, antar warga masyarakat, antar suporter sepak bola, salin benci antar sekolah, dan mahasiswa.

Sudah sejak lama hal tersebut terjadi, seharusnya kita tau persis kelemahan bangsa ini karena belajar dari sejarah bangsa, tentang efektif nya penerapan Politik Pecah Belah untuk mengacau pikiran semua warga Indonesia dengan mudahnya menumbuhkan rasa benci diantara warga hanya karena perbedaan. kalangan mahasiswa.

Rasa benci ini akan sangat mudah diolah untuk menjadi alat yang sangat efektif untuk menghancurkan pondasi sebuah negara, yaitu persatuan dan kesatuan.

Bahkan hanya karena berbeda, warga Indonesia bisa dengan mudah saling menghina, saling merusak, saling serang satu sama lain. Kita masih sibuk mempermasalahkkan perbedaan, sungguh melelahkan dan menyita banyak pikiran. Inilah kelemahan bangsa ini, perhatian terpecah sehingga kita mengabaikan persatuan.

Indonesia perlu berhenti sejenak untuk berpikir. 74 tahun sudah Indonesia merdeka, tidak luput dari perjuangan para pahlawan bangsa yang telah menyatukan NKRI menjadikan negara kesatuan sampai saat ini. Sudah kewajiban kita sebagai penerus bangsa menjaga keharmonisan persatuan Indonesia yang kita cintai.