BPBD Pandeglang : Sementara 40 Rumah Rusak, 2 Orang Luka Akibat Gempa Banten

0
106
Rumah rusak akibat gempa Banten. (Suara.com/Yandhi Deslatama)

Pandeglang – Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan oleh BPBD Kabupaten Pandeglang, ter data dua orang mengalami luka ringan akibat gempa Banten berkekuatan magnitudo 6,9.

“Kalau korban jiwa enggak ada, karena ini belum terkumpul semua (datanya),” kata Deni, Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, di Pandeglang, Jumat (2/8/2019).

Wilayah terdampak yang cukup parah, berdasarkan data sementara, berada di Kecamatan Mandalawangi. Sebanyak 40 rusak akibat diguncang lindu.

“Laporan sementara dari beberapa kecamatan yang terdampak ini baru yang paling banyak Kecamatan Mandalawangi, ada 40 rumah rusak, tapi tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Tim BPBD Pandeglang masih berada di lapangan untuk membantu korban gempa Banten dan mendatanya. Sementara, data dari Kecamatan Sumur, lokasi terdekat dari pusat gempa, masih belum di dapat informasi lengkap. Lantaran membutuhkan waktu cukup lama dan jarak tempuh yang jauh untuk sampai ke lokasi.

“Laporan sementara enggak banyak (kerusakan), malah Mandalawangi yang di pegunungan (banyak rumah rusak),” jelasnya.

Sementara saat ini, kata Deni, petugas BPBD sedang mendata pengungsi sebab masyarakat masih enggan kembali ke rumah. Pemkab Pandeglang pun akan mendirikan posko pengungsian dan dapur umum.

“Kalau BPBD sekarang sedang ke lapangan, memastikan akumulasi masyarakat yamg mengungsi. Kalau mereka masih bertahan di pengungsian, nanti kita pasang tenda. Kita siapkan juga bantuan logistik,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan BPBD Pandeglang, korban luka berada di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik 1 orang dan di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang 1 orang