Beli Kopi di sini Bayar nya Pakai Sampah Plastik

0
120
Ouk Vanday, yang juga merupakan pendiri Sekolah Kelapa yang mengajarkan bahasa Inggris dan pengelolaan limbah yang baik, di kafenya di Taman Nasional Kirirom di Kampong Speu. - Reuters

Kampong Speu – – Sebuah inisiatif unik muncul di Kamboja dalam rangka melawan sampah plastik dan meningkatkan kesadaran mengenai bahayanya. Seorang pemilik kafe di Kamboja pun bersedia menerima bayaran dengan sampah.

Dilansir World Economic Forum, Ouk Vanday (32) menjual secangkir kopi seharga 6.000 riel (sekitar Rp 20 ribu) atau pembeli bisa bayar dengan 100 sampai gelas plastik. Kafe ini berlokasi di Taman Nasional Kirirom di provinsi Kampong Speu.

Uang hasil sampah plastik itu mengalir ke konstruksi kafe serta bermacam proyek lainnnya. Vanday pun berharap kafe lain bisa terinspirasi dalam melindungi lingkungan.

“Ini mengirimkan pesan kepada pemilik toko lain agar berpikir di luar sekadar mencari untung, tetapi melihat dampak besar yang disebabkan oleh sampah ke masyarakat dan dunia” ujar pria yang dulunya bekerja sebagai manajer hotel.

Tak hanya bayarannya yang ramah lingkungan, kafe kopi miliknya juga dibangun dengan sampah plastik seperti botol bir dan air kemasan. Tulisan nama kafe nya juga memakai daun-daunan.

Vanday berharap para pebisnis lain juga ingat dampak dari bisnis mereka ke alam serta para generasi muda.

Masalah sampah plastik sedang disorot di dunia karena dampak buruknya bagi lingkungan. Sekitar delapan juta ton plastik mengotori lautan tiap tahunnya, beberapa negara Asia seperti Indonesia termasuk pihak yang paling bertanggung jawab atas hal tersebut.