Anggota Geng Motor yang Bunuh Remaja di Setiabudi Jakarta Selatan Berhasil Diringkus Polisi

0
177

JAKARTA – Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, polisi sudah mengamankan empat orang kelompok geng motor yang melakukan penusukan pada Jumat (17/5/2019) malam.

Penusukan terjadi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Para anggota geng motor ini diamankan beberapa saat setelah insiden penusukan terjadi.

Namun, pelaku penusukan tidak termasuk dari empat orang yang telah diamankan Pelaku utama kabur bersama gerombolan lain saat polisi menangkap geng motor tersebut. 

Saat para anggota geng motor lari berhamburan, polisi mendapati banyak senjata tajam yang berjatuhan di jalan. Salah satunya senjata tajam berlumuran darah yang diduga bekas dipakai untuk menusuk seseorang.

“Namun dari yang sementara kami periksa yang mengatakan pemiliknya adalah seseorang. Nah ini yang kami kejar. Kami mohon waktu untuk tim lapangan bekerja serta menangkap pelakunya,” ujar Andi saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019).

Andi mengatakan, polisi tengah mengidentifikasi temuan senjata tajam yang berlumuran darah itu. Dia menggandeng Puslabfor Polri untuk mengungkap pelaku penusukan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara laboratoris ke puslabfor untuk berkaitan dengan senjata tajam tersebut dan siapa pemiliknya,” kata Andi.

mengatakan, pihaknya tengah memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi penusukan yang menewaskan seorang pemuda di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019) dini hari tadi.

Pelaku penusukan disebut sebagai anggota geng motor Andi mengatakan, ada satu kamera CCTV yang mengarah ke tempat terjadinya penusukan.

“Ya di daerah situ ada petunjuk CCTV yang kami amankan,” kata Andi di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019).

Namun, letak kamera CCTV itu cukup jauh sehingga tidak terlalu jelas merekam aksi penusukan yang dilakukan anggota geng motor tersebut.

“Karena cukup jauh jadi tidak bisa teridentikasi dengan jelas tetapi nanti kami dalami dari saksi-saksi yang ada,” kata dia.

Saat ini, polisi telah mengamankan empat anggota geng motor tersebut. Namun tersangka pelaku tidak ikut serta diamankan.

Pelaku diduga telah melarikan diri saat polisi menggerebek geng motor tersebut, beberapa jam setelah peristiwa penusukan terjadi.

Diduga senjata tajam itu digunakan untuk melakukan penusukan. Andi mengatakan pihaknya tengah mengidentifikasi temuan senjata tajam yang berlumuran darah itu. Dia menggandeng Puslabfor Mabes Polri untuk mengungkap pelaku penusukan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara laboratoris ke puslabfor untuk berkaitan dengan senjata tajam tersebut dan siapa pemiliknya,” ujar dia.Hingga saat ini, empat anggota geng motor masih mendekam di Polsek Setiabudi.

Peristiwa itu berawal ketika korban bernama Danu Satria (16) dan adiknya sedang mengikuti Sahur On The Road (SOTR) pada Sabtu pukul 01.05.

Danu dan adiknya sedang berhenti ketika geng motor itu lewat. “Tiba-tiba datang melintas rombongan sepeda motor LK yang sebagian pengendaranya ada yang membawa bendera hitam,” kata Kanit Reskrim Polsek Setiabudi, Kompol Tri Suryawan.

Sempat terjadi cekcok mulut antara Danu dengan kelompok geng motor tersebut. Adu mulut itu berujung penganiayaan terhadap Danu. Danu sempat diseret salah satu anggota geng motor dan ditusuk hingga tewas.

“Korban diseret kemudian ditusuk dengan benda tajam dari punggung belakang sebelah kanan tembus ke paru-paru,” ucapnya. Korban pun dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan taksi. Namun korban tewas sebelum sampai di rumah sakit.