Mohibadda : Tradisi Unik Ramadhan Masyarakat Gorontalo

0
91

Bulan suci Ramadhan disambut suka cita oleh umat Muslim dunia, termasuk Indonesia. Ada beragam cara unik dalam mengekspresikannya, bahkan menjadi tradisi turun-temurun.

Tentu saja, sangat mungkin ada lebih banyak lagi tradisi unik di berbagai penjuru Nusantara untuk menyambut Ramadhan seperti para wanita Gorontalo yang melakukan tradisi Mohibadaa agar wajah lebih segar, tidak kering, bahkan mencegah kerutan dan terlihat cantik alami.

MOHIBADAA

MOHIBADAA dalam bahasa Gorontalo kurang lebih berarti menggunakan bedak dengan ramuan rempah-rempah tradisional sebagai baluran wajah (masker). Di luar Ramadhan, tradisi membalurkan ramuan campuran aneka rempah ini sebenarnya juga dilakukan untuk menjaga kecantikan wajah. 

Namun, tradisi mohibadaa disebut lebih spesial menjelang Ramadhan. Alasannya, puasa dapat membuat kulit—termasuk wajah—menjadi kering karena sepanjang hari tak makan dan minum. Terlebih lagi, cuaca di Gorontalo cenderung panas menyengat.

Rempah – rempah bahan pembuatan
Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

“(Bahan ramuan) terdiri atas tepung beras, humopoto (kencur), bungale (bangle), dan alawahu (kunyit),” kata Jemi Monoarfa, penggiat pertanian tradisional di Gorontalo.

Buat warga Gorontalo, mohibadaa sudah menjadi tradisi sehari-hari, terlebih lagi setiap Ramadhan. “Bukan hanya aromanya yang harum sepanjang hari, kulit kita juga menjadi kencang sehat berseri,”.

Menurut Masyarakat setempat, terbiasa melakukan mohibadaa akan membuat wajah lebih segar, tidak kering, bahkan mencegah kerutan. “(Kulit) terasa kenyal sehat. Tidak khawatir dengan ramuannya karena semua bahan tradisional dan alami,”.