Tarif Baru Ojek Online, Berlaku Mulai 1 Mei 2019

0
90
ilustrasi gambar driver online

Jakarta, Fenomena ojek online (ojol) kian ramai di kalangan masyarakat. Banyak orang lebih memilih menggunakan aplikasi untuk membantu mobilisasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Ojek online memang sangat menarik untuk semua kalangan, para pekerja kantoran, wirausaha, hingga anak sekolah memanfaatkan jasa ojek online. Alasannya, ojek online lebih aman dan jelas, baik dari segi pengemudinya maupun tarif yang terjangkau.

Kemunculan ojek online menimbulkan permasalahan, salah satunya persaingan dan konflik antara ojek online dan ojek pangkalan. Oleh sebab itu pemerintah mencoba mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang ojek online. Dalam peraturan tersebut, tarif ojek online menjadi satu bagian yang ikut disoroti.

Tarif ojek online mengalami kenaikan mulai Rabu (1/5) bertepatan dengan hari buruh. Kenaikan ini menimbulkan berbagai reaksi dari pengemudi maupun pengguna jasa. Apa saja fakta seputar kenaikan harga ojek online tersebut? dilansir dari liputan6 pada Rabu (1/5).

1. Kenaikan berdasarkan keputusan menteri

Menteri Perhubungan Budi Karya saat menjajal jadi driver ojek online.
Photo :VIVA.co.id/Fikri Halim

Peraturan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 347 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Sebelumnya, kementerian mengundang pihak ojek online untuk berunding guna menentukan harga. Kenaikan tarif ini diupayakan saling menguntungkan bagi pihak driver maupun user.

2. Sistem zonasi

Tarif ojek online dibagi menjadi menjadi tiga wilayah bagian. Perubahan tarif terdiri dari tarif batas atas, tarif batas bawah, dan biaya jasa minimal kurang dari 4 kilometer (km). Zona I meliputi Jawa, Sumatera dan Bali tak termasuk Jabodetabek, Zona II Jabodetabek dan Zona III diberlakukan untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Masyarakat yang berada di Zona I dikenai tarif batas bawah Rp1.850 per km dengan tarif batas atas Rp2.300 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp7.000 sampai dengan Rp10.000.

Berbeda dengan Zona I, daftar tarif Zona II meliputi tarif batas bawah Rp2.000 per km, tarif batas atas Rp2.500 per km. Sedangkan biaya jasa minimal yang harus dikeluarkan pengguna jasa sebesar Rp8.000 sampai dengan Rp10.000.

Adapun pemberlakuan perubahan tarif untuk Zona III Rp2.100 per km, tarif batas atas Rp2.600 per km. biaya jasa minimal dipatok Rp7.000 sampai dengan Rp10.000.

3. Diberlakukan di kota besar

ilustrasi gambar ojol

Peraturan tersebut mulai diberlakukan di kota besar. Kota-kota tersebut di antaranya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Kenaikan tarif akan disusul oleh kota-kota lain yang terdapat ojek online.

“Peraturan terkait ojek online termasuk tarif (biaya jasa) mulai diberlakukan di 5 kota mewakili 3 zona, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, pada Rabu lalu.

4. Dukungan dari Grab Indonesia

Kenaikan tarif ini disambut baik oleh Grab Indonesia. Hal ini disampaikan oleh sang Presiden, Ridzki Kramadibrata. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak pemerintah terkait penerapan kenaikan tarif tersebut. Rencananya, Grab Indonesia akan membangun shelter di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT).

5. Reaksi pengguna jasa

foto: Instagram/@gojek24jam

Kenaikan tarif ini juga menuai reaksi dari pengguna jasa ojek online. Masyarakat berharap agar tarif baru ojek online bisa merangkul kesejahteraan, baik pengemudi maupun pengguna ojek online.
Artikel Asli