Berhasil Ciptakan Kanvas Rem Dari Kemiri, Mahasiswa USU Mendapat Medali Emas Dan Dilirik Media Asing

0
203
ilustrasi gambar by: google

Jakarta, Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam tim Schneider yaitu Bio Discbrake berhasil mengembangkan kampas rem untuk sepeda motor dari kemiri.

Kampas rem merupakan komponen penting kendaraan bermotor. Peranti itu digunakan untuk menghalau laju kendaraan. Namun di balik fungsinya, kampas rem dianggap sebagai benda berbahaya karena bisa menimbulkan penyakit paru-paru.

Seorang peneliti yang juga merupakan anggota dari Tim Schneider, Winelda Mahfud Zaidan Haris menjelaskan kampas rem yang terbuat dari kulit kemiri ini lebih aman dibandingkan kampas rem konvensional berbahan asbestos.

“Karena itu memberikan efek negatif kepada si pemakai, maupun yang berada di lingkungan si pemakai. Jadi kalau dibandingkan dengan asbestos kita tidak yang pemakai pun bisa menyebabkan efek negatif seperti kanker paru-paru,” kata Winelda.

Dari pengujian internal yang mereka lakukan kampas rem dari kulit kemiri itu dua kali lebih awet dibandingkan kampas konvensional berbahan asbestos. Komponen itu juga disebut bisa tahan pada suhu di atas 500 derajat selsius atau dua kali lipat di atas ketahanan kampas rem asbestos.

Video Unggahan Tribunnews.com

Klaim tim Schneider keunggulan kampas rem organik punya daya tahan lebih kuat dan ongkos produksi yang lebih murah. 

Hasil karya anak bangsa ini meraih tiga penghargaan di ajang ke-22 Moscow International Salon of Inventions and Innovation Technologies 2019 di Moscow, Rusia mulai 26-29 Maret 2019.

“Perusahaan itu di bawah Universitas Sumatera Utara. Kenapa mereka tidak jual karena inovasi mereka hak mereka. Kalau bisa dipertahankan dan diproduksi sendiri itu kan lebih baik daripada menjual hasil inovasi mereka ke orang lain,” ucap Wakil Rektor I USU, Prof. Rosmayati.

Sumber :

  • CNNIndonesia.com
  • Tribunnews.com