Bau Bukan Berarti Tidak Disukai, Inilah Beberapa Manfaat Makanan Khas Yang Paling Populer Dari Betawi

0
186
Aneka Olahan Jengkol (Foto: 100resepmasakan.com)

Bau dan kampungan, terlintas di kepala ketika mendengar makanan ini.Meski makanan ini berbau, namun harganya mahal seperti membeli daging sapi dan selalu diburu orang banyak. Makanan apakah itu? Bila anda orang Betawi asli, mungkin akan langsung tahu jawabannya. Jengkol merupakan makanan khas Betawi yang bisa disulap menjadi hidangan lezat.

ilustrasi gambar by : google

Makanan yang identik dengan bau tidak sedap ini, bisa diolah dengan berbagai menu pilihan yang menggoyang lidah. Bisa digoreng biasa dengan disajikan memakai sambal, dibalado, maupun disemur. Bau dari jengkol juga bisa dihilangkan jika Anda memiliki keterampilan memasak yang mumpuni.

ilustrasi gambar by : google

Jengkol termasuk tumbuhan polong-polongan tumbuh di daratan Asia Tenggara. Pohon jengkol bisa Anda temukan di Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Thailand. Di Myanmar, jengkol sering dipanggang dan dimakan bersama acar ikan dan nasi, sedangkan di Indonesia jengkol sering diolah menjadi rendang dan sambal.

Seperti dilansir dari laman jakartakita.com menurut sejarawan JJ Rizal, masakan yang dikenal dengan kuah berwarna cokelat ini ternyata dipengaruhi budaya Eropa, Timur Tengah India, Cina, dan Indonesia.

Rasa dari semur sangat terasa sekali akan rempah-rempahannya. Karena ternyata, rempah-rempah yang rasanya sangat kuat ini dipengaruhi olahan masakan dari bangsa India dan Timur Tengah. Sedangkan cita rasa kecap dan bentuk masakannya dipengaruhi oleh masakan Tiongoa peranakan.

ilustrasi gambar by : google

Nama semur diambil dari plesetan bahasa Belanda yaitu Stomerijj atau steamer (kukusan) yang merupakan alat masak. Pada zaman penjajahan Belanda, mayoritas orang Belanda memiliki koki dan asisten rumah tangga orang pribumi. Para nyonya Belanda sering berteriak ke kokinya yang orang Indonesia asli “stomerijj!” Mungkin maksudnya masak di alat kukusan (stomerijj), namun kokinya yang orang pribumi mendengarnya smoor atau semur.

Walau bau, jengkol memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Antara lain sebegai berikut:

  • Mempercepat perbaikan jaringan tubuh
  • Mencegah anemia.
  • Mencegah penyakit maag
  • Mencegah tulang rapuh
  • Memperkuat tulang dan gigi.
  • Mencegah diabetes

Jengkol menjadi kuliner khas Betawi karena dulu, hampir di setiap halaman rumah orang Betawi, ditemukan pohon jengkol. Kawasan-kawasan yang dulu banyak ditumbuhi tanaman jengkol antara lain di wilayah Pondok Gede dan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sumber : pingpoint.co.id