Nyinyir Termasuk Gangguan Kejiwaan? Inilah 6 Kebiasaan Yang Sering Dilakukan.

0
269
gambar ilustrasi : google image

Ada yang bilang jika manusia memang lebih mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain dibanding kelebihannya. Enggak heran jika beberapa orang lebih sering nyinyir memberikan komentar negatif dibanding memuji. Walau memberikan pendapat atau komentar adalah hak setiap orang, bukan berarti Kita bisa dengan seenaknya memberikan komentar yang negatif tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Saat ini kebiasaan nyinyir justru semakin merajalela dan sudah menjadi perilaku yang biasa saja bagi banyak orang. Apalagi dengan keberadaan media sosial yang semakin berkembang, sikap nyinyir sudah dapat digolongkan sebagai tindakan cyber bullying. Banyak orang dengan mudahnya memberikan komentar negatif dan menjelek-jelekkan orang lain tanpa peduli apa yang dirasakan orang tersebut.

Lantas, selain memberi komentar negatif, kebiasaan apa lagi sih yang sering dilakukan oleh orang nyinyir? Berikut di antaranya:B

ilustrasi gambar by : google image

1. Menilai orang lain hanya berdasar postingan di media sosialnya

Mengomentari orang lain dari postingan foto atau videonya di media sosial rasanya sudah menjadi hal yang sangat mudah dan mengasyikkan bagi beberapa orang saat ini. Parahnya, tidak sedikit orang yang berkomentar hanya untuk menghakimi. Padahal, kita tidak tahu apa yang sudah dilalui dan apa yang melatarbelakangi seseorang saat mengunggah postingan tersebut.

2. Merasa selalu paling benar

Setiap orang berbeda-beda, termasuk sifat dan perilakunya. Namun, bukan berarti jika mereka berbeda dengan Kamu, itu artinya mereka salah dan Kamu yang benar. Ingatlah bahwa Kamu tidak punya hak untuk menyalahkan orang atas perbedaan yang dimilikinya. Cobalah untuk membuka pikiranmu dan menerima perbedaan.

3. Selalu merasa iri dengan pencapaian orang lain.

Iri merupakan sifat dasar setiap manusia, namun seringkali kita tidak mau mengakuinya. Meski begitu, tanpa disadari kita sering merasa tidak suka atas pencapaian yang lebih dari orang lain. Alhasil, alih-alih menutupi perasaan iri yang dialami, kita jadi mencari-cari kesalahan orang lain hanya untuk menjelaskan bahwa seharusnya dia tidak berhak seberhasil itu. Inilah yang akhirnya mengubah kita menjadi sering nyinyir dan terkesan tidak suka pada orang yang lebih sukses dari pada kita.

4. Suka ikut campur dengan urusan orang lain

Setiap orang memiliki privasinya masing-masing, dan bukan hakmu untuk selalu mencampuri privasi mereka. Tidak perlu Kamu mengurusi kenapa si A belum menikah, atau kenapa si B sudah bercerai. Hal-hal tersebut sama sekali bukan urusanmu dan tak ada pengaruhnya dalam hidupmu. Daripada mengurusi hidup orang lain yang sama sekali tidak ada kaitannya denganmu, lebih baik fokus mengurus kehidupanmu sendiri dulu.

5. Sering mengada-ada cerita

Menceritakan suatu hal yang kita ketahui kepada orang lain memang mengasyikkan. Namun, bukan berarti Kamu bisa menambah atau ‘membumbui’ suatu cerita yang belum tentu Kamu tahu kebenarannya. Jika memang kebenarannya belum dapat dipastikan, lebih baik Kamu diam daripada jatuhnya menebar berita hoax.

6. Tidak bisa membaca situasi

Kebiasaan ini nih yang seringkali bikin seseorang jadi salah paham. Mungkin Kamu niatnya baik untuk memberikan komentar, namun ketidakpekaanmu pada situasi membuat seseorang menganggap Kamu nyinyir. Nah, kalau masalahnya seperti ini, lebih baik Kamu coba tahan diri saja dan coba pahami karakter seseorang sebelum memberi komentar.

” Sebenarnya, nyinyir bukanlah suatu gangguan kejiwaan, melainkan murni variasi dari sifat manusia. Akan tetapi nyinyir bisa jadi merupakan salah satu sifat dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan seperti personality disorder (gangguan kepribadian) atau bipolar,” ungkap dokter Karin Wiradarma, dikutip dari KlikDokter.

Apabila kamu termasuk orang yang mudah nyinyir? Mulailah berubah dari sekarang. Jangan biarkan sifat nyinyir tersebut hinggap berlarut-larut dalam diri. Bersihkan aura negatif dari dalam diri, dan masukkan semua hal positif ke dalam diri.

” Bersyukurlah atas segala hal yang kamu miliki, yang paling sederhana sekalipun. Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain,” ungkap dokter Karin Wiradarma.

Daripada mengomentari orang lain, lebih baik mencari kesibukan yang bersifat positif, misalnya dengan mengikuti komunitas yang sesuai hobi atau bergabung di kegiatan sosial. Aktivitas ini dapat mengalihkan pikiran negatif dan tentunya membuat hidup kamu menjadi lebih bahagia.

Jadi kebiasaan nyinyir ternyata bukanlah bentuk dari gangguan kejiwaan. Meski demikian, orang yang mengidap gangguan kepribadian atau bipolar kerap melakukannya. Nah, bila Anda sering nyinyir dan sulit mengendalikannya, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.