Kaloka Pottery Berawal dari Hobi, Bisnis Rumahan Ini Dikenal Mancanegara

0
209
Fransisca Puspitasari atau Kika, pemilik Kaloka Pottery

Kaloka Pottery merupakan tempat pembuatan keramik unik buatan tangan dengan bahan dasar tanah liat lokal Indonesia yang berlokasi Bausasran DN III No. 695, Danurajen, Yogyakarta.

Tak punya dukungan finansial yang besar, Fransisca Puspitasari atau Kika yakin dan nekat membuat Kaloka Pottery bermodal ide dan kreativitas. Meski dimulai dengan ide dan dana seadanya, kini Kika mampu mempekerjakan 10 perajin keramik, menembus pasar hotel dan kedai-kedai kopi, tak hanya di Jogja, tapi hingga mancanegara.

Awal membangun bisnis, pendiri Kaloka Pottery yaitu Fransisca Puspitasari sempat mengalami jatuh bangun.Bahkan dirinya hampir menyerah dan merasa berbisnis sesuai passionnya di bidang seni, khususnya keramik, dirasa tak menjanjikan.

https://ekbis.harianjogja.com/read/2018/07/28/502/930514/kaloka-pottery-berupaya-mengangkat-martabat-tembikar

Wanita yang hobi berjalan kaki ini mengaku tak memiliki latar belakang pendidikan keramik yang mumpuni,lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan konsentrasi kriya logam, namun dia mengaku pernah mengambil mata kuliah keramik.

Karena kesukaannya pada keramik, Kika terdorong untuk membuat sebuah merek, dan terciptalah Kaloka Pottery.

Dengan modal tekad di tahun 2017, Fransisca Puspitasari yang sebelumnya hanya membuat design keramik untuk perusahaan, mulai membuka bisnis keramik sendiri.Bisnisnya perlahan-lahan mulai menemui titik terang ketika dirinya mulai menjajalkan keramiknya di instagram.

Hingga suatu hari, ada seseorang dari luar negri yang sangat tertarik dengan karta-karyanya.

“Tiba-tiba ada dari Qatar telepon saya, orang Qatar punya restoran besar pengen pesan dia lihat dari Instagram, dia email-email, dia pengen warna ini, waktu itu pesan untuk 3 bulan untuk 3000 keramik,” ungkap Fransisca Puspitasari.

Awalnya Fransisca sempat ragu menerima pesanan yang begitu banyak dalam waktu yang cukup singkat dan tak banyak pegawai.

“Kalo ini saya miss, akan miss selamanya, yaudah deh ambil aja.”

“Terus 1 bulan itu aku hubungi bilang kalo aku belum siap, kata orangnya nggak apa-apa keuangan dia juga belum siap. Aku mundur 1 bulan jadi 4 bulan, Aku cek ternyata itu bisnis restoran besar,” ungkap Fransisca Puspitasari.

Namun akhirnya, Fransisca Puspitasari berhasil menyelesaikan ribuan pesanan kramik dan langsung dikirim ke Qatar. “Akhirnya pesanan pun selsesai dan diantarlah dengan selamat barang itu menggunakan pesawat,” ujar Fransisca Puspitasari.

Sejak menerima pesanan dari Qatar, Koloka Pottery mulai dilirik oleh banyak pasar. Hingga Kaloka Pottery bisa memiliki alat-alat lengkap untuk memproduksi keramik hingga membuat studio sendiri.

“Kaloka memang banyak menggandeng anak-anak muda. Saya ingin menanamkan pada mereka pekerjaan ini tuh keren lho. Apalagi apresiasi masyarakat, terutama anak muda, makin tinggi terhadap produk-produk handmade,” ucapnya.