Fibonacci “RASIO EMAS”, Rumus Terhebat Yang Pernah Ada

0
951
image by : Volodymyr Doroshenko

Deret Fibonacci adalah suatu deret matematika yang mana angka berikutnya merupakan penjumlahan dari dua angka sebelumnya.

0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144

Deret Fibonnaci ini ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Italia yang bernama Leonardo Fibonacci (1170-1250). Pertama kali deret ini diperkenalkan pada tahun 1202 dalam buku beliau yang berjudul Liber Abaci yang pertama kali didistribusikan di Eropa Barat saat itu.

Leonardo Fibonacci

Perbandingan antara suku ke-(n+1) dengan suku ke-n hampir selalu sama untuk sembarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut Golden Ratio (Rasio Emas) yang nilainya mendekati 1,618.

Namun tahukah Anda dibalik deret yang kelihatannya sederhana tersebut, terdapat suatu makna yang sangat besar, sehingga dapat membuktikan adanya keagungan Tuhan dalam penciptaan alam semesta ini? Mari kita lihat.

Ada apa dibalik piramida di Mesir, Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, hewan siput, pohon cemara dan bahkan jari jemari anda, apakah semuanya memiliki kesamaan?

Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi dalam urutan angka yang ditemukan oleh Matematikawan Italia, Leonardo Fibonacci. Ciri dari angka ini dikenal sebagai angka Fibonacci, masing-masing dari angka ini adalah penjumlahan dari dua angka sebelumnya

deret angka Fibonacci

Angka Fibonacci memiliki keistimewaan yang menarik. Ketika anda membagi satu angka dari urutan angka sebelumnya, anda akan memperoleh angka yang sangat mirip satu dengan yang lain.
Bahkan, angka ini bernilai sama setelah urutan ke-13 yang dikenal sebagai “Rasio Emas”.

Nilai Rasio Emas didapat setelah urutan ke-13 yang didapatkan dari hasil pembagian deret Fibonacci sebelumnya

Fakta-Fakta Bilangan Fibonacci

Mari kita lihat beberapa fakta yang berhubungan dengan bilangan Fibonacci ini dalam kehidupan sehari-hari.

1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)
Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret Fibonacci. contohnya:

  • jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
  • jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
  • jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
  • jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
  • jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
  • jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family

2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola Fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari. Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret Fibonacci.

3. Tubuh Manusia
Niai rasio emas juga dapat ditemukan bahkan di dalam tubuh kita sendiri. Perbandingan jarak antar setiap anggota tubuh kita mendekati nilai rasio emas. Sebagai contoh.

Bagian Wajah

Bagian Anggota Tubuh

4. Jarak pada Bumi

Jarak antara Barat-Timur dan Barat Daya-Timur Laut pada bumi akan menghasilkan perbandingan rasio emas (1,618).

Dengan deret Fibonacci dan rasio emasnya, terbukti bahwa sekarang kita dapat melihat terciptanya alam semesta ini didasarkan atas keteraturan yang melambangkan keagungan Sang Pencipta. CMIIW.

5. Deret Fibonacci yang menghasilkan nada yang indah

Demikianlah sedikit ulasan mengenai angka Fibonacci yang banyak ditemui pada kejadian di alam. Apakah hal ini kebetulan? Atau memang ini sebenarnya adalah segala sesuatu yang telah dirancang oleh-Nya untuk menunjukkan kebesaran-Nya?

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lengkap, Anda dapat mencarinya di search engine mengenai Fibonacci ini, Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan beberapa kejadian yang terkait dengan Angka Fibonacci.