Orang Jepang Ciptakan USB dari Otak Ikan

0
392
USB dari otak ikan yang diciptakan oleh orang Jepang. (Foto: Cyberops.in)

Jakarta – USB Drive memang menjadi salah satu alternatif untuk menyimpan data dan dokumen dalam skala besar.Belum lama ini, ada orang Jepang yang menciptakan USB Drive dengan terobosan yang tidak biasa.

Orang Jepang yang tidak disebutkan namanya ini mengumumkan penemuan ‘gila’ nya lewat akun Twitter pribadinya, @ni28_xp.Dalam cuitannya, ia mengungkap baru saja menciptakan USB Drive dari otak ikan.

Dilansir Cyberops, Jumat (11/1/2019), ni28_xp adalah seorang mahasiswa kimia yang tengah mempelajari kandungan resin (getah).Tercetus di pikirannya untuk menciptakan USB Drive transparan, tetapi memanfaatkan ikan Herring mati sebagai ‘kapasitas penyimpanannya’. Ia mengklaim, otak ikan tersebut bisa digunakan sebagai kapasitas penyimpanan dalam skala 32GB. Masih belum diungkap secara jelas seperti apa cara kerjanya. Nantinya, USB Drive ikan Herring ini akan dipamerkan di Jepang pada akhir Januari 2019. Perangkat ini juga akan dijual seharga US$ 72 atau setara dengan Rp 1 jutaan.

Di sisi lain, USB tipe C yang mampu memindahkan file relatif lebih cepat dibandingkan dengan port USB tipe sebelumnya, rupanya belum dianggap benar-benar aman. Oleh karenanya, USB-IF, sebuah grup industri yang bertanggung jawab mengembangkan dan mempromosikan standar USB, baru-baru ini mengumumkan program otentikasi USB tipe C.

Dalam keterangan tertulisnya, USB-IF mengatakan, otentikasi yang dimaksud adalah “memberdayakan sistem host (milik USB tipe C) untuk memberi perlindungan terhadap pengisi daya yang tidak sesuai standar guna mengurangi risiko dari firmware jahat atau perangkat keras di USB. “Perlu diketahui, sebenarnya port USB di smartphone maupun perangkat memang tidaklah benar-benar aman.

Pasalnya, hacker bisa dengan mudah merusak pengisi daya yang ada di tempat umum dan memakainya untuk menginfeksi smartphone dan tablet dengan malware. Demikian sebagaimana dikutip dari Forbes.

Kemudian, bukan hal yang baru juga kalau USB drive bisa dijual dengan malware jahat yang diam-diam terkandung di dalamnya.Bahkan, perusahaan sekelas IBM pun pernah dua kali mengirimkan USB yang diduga terjangkit malware kepada penggunanya.

IBM pun buru-buru menginformasikan hal tersebut ke pengguna, pasalnya mereka juga baru menemukan adanya malware dan menduga perangkat telah terjangkit sejak dalam proses pasokan