Mukjizat seorang Balita yang diterjang Tsunami ditemukan selamat setelah 3 jam terombang – ambing di Pantai Sumur

    0
    1124
    foto Fani si bocah mungil yang ditemukan selamat dari terjangan tsunami.

    Berawal dari perjalanan tim beda berita yang datang ke lokasi pasca Tsunami di Selat Sunda pada 23/12/2018 kemarin. Kami bertemu dengan bapak Dede saksi hidup korban Tsunami Selat Sunda yang bermukim di bibir Pantai kawasan Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, barat daya Banten yang bersedia memaparkan kejadian Tsunami yang memporak porandakan pemukiman yang telah merenggut banyak korban.

    Kurang lebih sekitar 100 kk yang bermukim di dekat bibir pantai, dan wisatawan yang sedang berlibur yang pada saat itu berada dekat kawasan tersebut pun ikut menjadi korban ganasnya gelombang Tsunami yang terjadi saat itu.

    Berdasarkan kesaksian bapak Dede
    yang berprofesi sebagai pengantar wisatawan yang menggunakan perahu nya itu, kejadian bermula ketika beliau dan keluarga tengah istirahat setelah seharian beraktifitas, bersamaan dengan adanya pasar malam di dekat rumah pak Dede,
    sekitar pukul 21.30 WIB terdengar suara ramai di sekitar lokasi yang dikiranya perkelahian pemuda yang sedang berada di pasar malam, menyusul dengan kejadian tersebut tiba – tiba listrik padam dan terlihat asap di kawasan pasar malam.

    Dengan rasa penasaran pak dede mengajak istrinya untuk melihat apa yang sedang terjadi, selang tidak lama dari padamnya listrik di pasar malam, Tsunami yang diperkirakan ketinggian nya hingga 15 meter dengan sekejap menyapu bersih wilayah tersebut.

    Pak Dede korban selamat terjangan Tsunami Selat Sunda

    Tidak sempat menyelamatkan diri pak Dede terpisah dari istri, dan anak-anak nya pada saat itu sedang terlelap. Sempat terjepit bahan material yang berada dekat rumahnya pak Dede tak sadarkan diri dan mengalami luka yang cukup serius di bagian tubuh dan kedua kakinya.

    Beruntung bapak dari 3 anak tersebut selamat, disusul dengan istri dan anak ke dua nya yang juga berhasil selamat dari terjangan Tsunami kala itu dan segera dibawa ke tempat pengungsian sementara. Dengan rasa hampir putus asa pak Dede teringat anak bungsunya yang sampai saat itu belum juga terdengar kabarnya, Sedikit harapan bagaimanapun keadaan nya semoga dapat segera ditemukan.

    Selang 3 jam dari kejadian tersebut terdengar suara balita mungil bernama fani itu sedang menangis memanggil ibunya, di antara tumpukan material bersamaan dengan beberapa jenazah yang bergelimpangan telah
    berhasil ditemukan oleh paman nya yang turut membantu evakuasi para korban tsunami tersebut. dengan penuh luka, bocah mungil itu segera diberi pertolongan dan mendapatkan 13 jahitan di kepalanya.

    “saya sangat bersyukur atas mukjizat yang diberikan kepada keluarga kami, walaupun semuanya luluh lantah, tetapi kami semua masih berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa, sehingga kami masih diberi kesempatan untuk tetap bersama” ujar pak Dede sambil memeluk keluarganya dengan suasana yang mengharukan.

    keluarga pak Dede di kediaman orang tuanya

    Demikian ungkapan bapak Dede memaparkan kejadian beberapa saat sebelum dan setelah Tsunami yang meluluhlantakkan desa beserta rumahnya yang tengah mengungsi di kediaman orang tuanya.