Miris Korban Meninggal Akibat Tsunami dibebani Biaya oleh RSUD Serang.

0
784

Sungguh miris dan ironis nasib keluarga korban meninggal akibat bencana Tsunami Selat Sunda di pantai Carita, Pandeglang, Banten.

Dalam kondisi duka karena ditinggal anggota keluarganya, musibah yang menimpa korban juga diduga ajang bisnis, oleh oknum di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr.Drajat Prawiranegara Serang. Pasalnya tiga dari keluarga korban meninggal yang dilarikan ke RSUD serang pada senin (14/12/2018) lalu, keluarganya diminta untuk membayar sejumlah biaya oleh oknum di RSUD Serang.

Seperti yang dilansir faktabanten.co.id Pihak keluarga korban disodorkan kwitansi yang dikeluarkan dari bagian instalasi kedokteran forensik dan medikolegal rsud Serang untuk melakukan pembayaran dengan rincian biaya pemulasaraan jenazah, formalin dan mobil jenazah.

Badiamin Sinaga, perwakilan keluarga dari tiga korban tsunami yang meninggal bermarga sinaga menyampaikan, dirinya merasa kecewa dan bingung karena ada penarikan biaya yg disodorkan salah satu oknum rumah sakit kepada keluarganya, padahal sudah jelas ketiga korban meninggal tersebut adalah korban dari musibah bencana tsunami.

Waktu itu keluarga kebingungan dengan adanya biaya yang harus dibayar keluarga yang diminta oleh salah satu oknum di RSUD Serang, karena kebingungan serta bercampur dengan rasa panik agar urusan cepat selesai pihak keluarga langsung melunasi biaya ketiga korban yang sudah tertulis pada kwitansi “ ujar Badiamin.

Ironisnya dalam hati kecil bertanya peruntukannya untuk apa penarikan biaya yang ada, apakah tidak ada bentuk bantuan terhadap korban bencana, sedangkan keluarga pun membutuhkan biaya untuk proses pemakaman.” ungkapnya miris.


Korban tsunami Selat Sunda ( Rasyid Ridho)

Lanjut Badiamin ketiga korban meninggal ditarik biaya berbeda-beda. Atas nama ruspita botu simbolon Rp.3900.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah formalin,dan mobil jenazah. Bayi Satria Sinaga ditarik Rp.800.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah , formalin serta korban atas nama Santi Boru Sinaga Rp.1.300.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah dan formalin, ketiga pembayaran tersebut dilakukan oleh Leo Manulang keluarga korban.

Dalam hal ini perlu dilakukan penyelusuran secara bersama-sama apakah ada permainan terkait biaya penanganan jenazah korban bencana tsunami, atau memang ada oknum di rsud serang yang sengaja mencari keuntungan dari korban bencana tsunami tersebut,bila memang ternyata ada oknum yang dengan sengaja menarik biaya diluar sepengetahuan manajemen rumah sakit kami meminta kepada ibu bupati serang untuk menindak oknum tersebut ucapnya.

Sementara Encup Suplikah, Wadir Umum dan Keuangan rsud Serang saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat mengaku dirinya belum mengetahui akan adanya hal tersebut dirinya pun berbalik bertanya kepada wartawan siapa oknum yang sudah melakukan hal tersebut.

foto tanda bukti kwitansi biaya pengambilan jenazah keluarga korban tsunami

“siapa oknumnya, ada bukti pembayaranya coba foto namanya. Sebentar ya pagi ini saya sedang memakamkan paman saya yg meninggal ujar nya. Rabu (26/12/2018).

Kasubag program rsud Serang, Agus saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapatkan info akan hal itu dirinya mengaku saat ini sedang mendiskusikanya.

“nanti pak wadir yang akan menyampaikannya hasil rapat kami pagi ini seperti itu karena ada beberapa keluhan yang tidak masuk ke kami, hal ini akan segera kami tindak lanjuti” pungkasnya.