Waspada Serangan Penyakit di Musim Penghujan

0
105
source image by : google

bedaberita | Waspada serangan penyakit di musim penghujan. Memasuki bulan November di tahun 2018 ini Kawasan Jakarta dan sekitarnya hampir setiap hari diguyur dengan hujan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seperti dikabarkan hujan akan mulai muncul pada awal bulan November sampai dengan di prakirakan umumnya terjadi pada bulan Januari 2019 sebanyak 150 ZOM (43.9%)

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Anung Sugihantono, mengatakan air hujan menyebabkan tempat perindukan atau menetas hewan yang membawa bibit penyakit tertentu, seperti nyamuk dan lalat. Nyamuk yang hinggap dan menghisap darah manusia selanjutnya akan membuat seseorang terjangkit penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, dan Japanese encephalitis.Masyarakat dihimbau untuk waspada serangan penyakit di musim penghujan, dikarenakan Hujan yang turun dengan intensitas tinggi bisa menjadi kondisi bagi datangnya berbagai macam penyakit.

Selain itu, genangan air hujan atau banjir juga bisa menyebabkan penyakit zoonosis seperti leptospirosis dan pes muncul. Cuaca yang berubah akibat perubahan musim pun dapat membuat kondisi tubuh seseorang mengalami penurunan. Apabila hal tersebut terjadi, kuman baik yang ada dalam usus bisa menimbulkan penyakit diare. Tak hanya itu, seseorang yang mempunyai penyakit kronis pun bisa mengalami perburukan kondisi karena penurunan daya tahan tubuh.

Anung mengatakan faktor pencegahan dan pengendalian penyakit yang terdiri dari host (inang atau manusia), agent (penyebab penyakit), dan environment (lingkungan) harus dikendalikan manusia agar dirinya tak terinfeksi penyakit menular atau tidak menular saat musim hujan.

“Mengendalikan orangnya berarti harus memastikan daya tahan tubuh orang baik. Daya tahan tubuh baik itu faktornya hanya dua, perilaku hidup bersih dan sehat dan gizi.Kita harus memastikan tidak ada genangan air di Lingkungan sekitar, tidak ada tempat perindukan yang muncul. Sampah yang ditumpuk dan kena air hujan jadi bau, nah, itu yang mesti kita perhatikan,” katanya.

Infografik Penyakit musim Hujan

Apa yang disampaikan Anung di atas sesuai dengan informasi yang disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kemenkes RI yang mengatakan bahwa ada tujuh penyakit yang jamak muncul ketika musim hujan terjadi. Ketujuh penyakit tersebut adalah diare, demam berdarah, leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, penyakit saluran cerna lain, dan perburukan penyakit kronik yang mungkin sudah diderita.

Selain di Indonesia, penyakit musiman di atas juga menyerang Filipina, yang sama-sama beriklim tropis, ketika musim hujan. Menurut National Epidemiology Center di Departemen Kesehatan Filipina, penyakit WILD atau Water-borne infectious diseases, influenza, leptospirosis, dan dengue sering muncul saat musim hujan berlangsung.

Water-borne infectious diseases merupakan penyakit yang ditularkan lewat air. Diare, kolera, dan hepatitis A adalah penyakit yang termasuk dalam water-borne infectious diseases. Sementara itu, influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh tiga tipe virus influenza. Selain penyakit WILD, National Epidemiology Center juga mewaspadai penyakit yang ditularkan lewat makanan yang terinfeksi seperti demam tifoid.

Eduardo A. Undurraga, dkk dalam “Disease Burden of Dengue in the Philippines: Adjusting for Underreporting by Comparing Active and Passive Dengue Surveillance in Punta Princesa, Cebu City” (2017) mengatakan kasus demam berdarah memang banyak terjadi saat musim hujan dan menjadi masalah kesehatan besar di Filipina. Mereka menjelaskan bahwa demam berdarah ditetapkan sebagai penyakit yang mesti dilaporkan pada 1958 dan semenjak itu Filipina menjadi negara dengan kasus demam berdarah tertinggi di Asia Tenggara.

National Epidemiology Center mengatakan imunisasi dan vaksinasi merupakan cara paling efektif yang bisa ditempuh agar tak terjangkit penyakit di atas. Selain itu, langkah antisipatif seperti tidak berenang ketika banjir dan memakai payung atau mantel agar tak terkena air hujan secara langsung juga bisa dilakukan. Terakhir, National Epidemiology Center menyarankan untuk mengosongkan air yang menggenang di drum atau ban tua agar terhindar dari penyakit demam berdarah.