Ifan Seventeen Akui Virgoun Semakin Mendalami Islam

0
2370
Foto: M. Iqbal/ bedaberita

Riefian Fajarsyah atau yang biasa dipanggil Ifan Seventeen mengakui bahwa rekan sesama musisinya, Virgoun, semakin mendalami ilmu Agama Islam. Vokalis grup band Seventeen ini bersama kawan-kawan dari komunitas Kongkow Palu mengadakan pengajian bersama di Komplek DPR Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

“Gue ngelihat kemauan dia buat belajar agama sangat luar biasa. Virgoun mualaf dari empat tahun yang lalu, ya, lagi belajarlah. Soalnya kadang-kadang, kata-kata hijrah itu berat,” ujarnya.

Dihadiri sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai kalangan, pengajian tersebut berlangsung dengan penuh hikmat. Sebagai penggagas acara, seusai acara Ifan mengatakan Virgoun adalah orang pertama yang menjawab ajakannya untuk menghadiri acara tersebut.

Foto: M. Iqbal/ bedaberita

“Yang singkat jawabnya itu Virgoun. ‘Gon, gue ada pengajian, nih’, terus dia bilang, ‘InsyaAllah hadir’. Wah, itu luar biasa. Maksud gue, kadang kita yang Islam dari lahir diajak pengajian saja susah. Virgoun mualaf, begitu diajak, langsung mau diajak. Sedikit banyak ini menjadi pelajaranlah buat kita semua, harusnya bisa sama-sama belajar dan lebih baik,” ungkapnya.

Virgoun juga sedikit menceritakan kisah di balik dirinya berpindah keyakinan dan keputusannya memperdalam ilmu agama usai menjadi mualaf. Selain karena mendapat hidayah, Virgoun mengaku ingin mengenal batasan-batasan dalam ajaran agama.

Dia juga banyak mendapat komentar-komentar miring mengenai keputusan untuk hijrah. Bahkan, keluarganya sendiri sempat menyebut dirinya aneh. Meski demikian, penyanyi berusia 31 tahun ini memilih untuk menghadapi secara bijak.

Foto: M. Iqbal/ bedaberita

Saat ini Virgoun mengakui tengah mencari seorang ustadz yang bisa membimbingnya menjadi pribadi yang lebih baik.

“Sedang mencari ulama hebat yang bisa dimintai ilmu. Intinya itu hadiah terbesar untuk umat muslim adalah hidayah,” kata Virgoun.

Menurut Virgoun saat itu dirinya merasa kosong dan bingung serta sangat rentan untuk berbuat yang dilarang. Maka dari itu, penyanyi yg hits dengan lagu ‘Surat Cinta Untuk Starla’, merasa perlu ada rambu-rambu yang mengaturnya untuk menunjukan kapan harus belok, berhenti, dan jalan.

“Karena dunia ini bikin bingung. Ibarat rambu-rambu, bukan menghalangi kita jalan tapi mengatur kita jalan. Kapan harus belok, dan kapan harus berhenti,” pungkasnya.